Apa jadinya jika sebuah perusahaan multinasional yang memiliki sertifikasi ISO memiliki staff frontliners dengan kualitas seperti apa yang saya jadikan judul pada salah satu tulisan saya kali ini, "Operator telepon tanpa phone manner"? Apakah mereka tidak memberikan perhatian pada staff tersebut atau sebetulnya diperhatikan tapi staffnya saja yang ndablek. Ah, gak tau juga sih, tapi yang jelas saya sempat kesal dengan operator salah satu perusahaan multinasional yang sudah mempunyai reputasi yang cukup mengesankan di bidangnya. Berikut adalah cuplikan dari pembicaraan antara saya dengan operator tersebut:
saya: "selamat pagi mbak" [saya yang memberikan greeting, bukan dia]
opr: [hanya terdiam tanpa membalas greeting saya ataupun kata2 lainnya. dia hanya terdengar seperti yang sedang sibuk dengan sesuatu entah apa itu namanya]
saya: "bisa saya bicara dengan ibu ratih [salah seorang supervisor di perusahaan itu]
opr: [setelah terdiam sejenak atau dua jenak dan dengan nada meninggi operator tersebut menjawab] "iya dari siapa!"
saya: [langsung terkaget-kaget dan ikut2an terdiam tanpa kata seperti operator tersebut. dan tanpa basa-basi lagi langsung saya tutup telepon saya]
Mudah-mudahan hal ini bisa segera diperbaiki oleh perusahaan tersebut, sehingga pelayanan yang diberikan bisa lebih baik dari pada kondisi sekarang [terutama dari staff frontlinersnya]. Anda bisa membayangkan apa yang terjadi jika hal yang saya alami itu menimpa salah satu rekanan perusahaan tersebut.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar